alnasdays

Tuesday, April 10, 2007

Patah

Jiwaku terbagi dua,
Dia membawanya ketempat yang tak ku mengerti.
Ketempat yang ku tak akan bisa raih lagi.

Ragaku teronggok saja,
Separuh tersenyum paksa sebagian nelangsa
Melihat kenyataan yang ada

Dia ambil separuh nyawaku,
Padamkan harap dan mimpiku

Aku menatap saja, tak percaya
Mengapa harus dia, ada apa dengannya

( Untuk cerita yang Ingin kau akhiri)

Wednesday, March 28, 2007

Aku ingin/

Tuhan aku ingin bersamamu
Dulu sering kukatakan
Berdekat jarak tak bergaris batas

Tuhan apakah semua ini jawabmu
Beri pertanda ,
Agar dapat kujalani semua dengan tenang
Agar aku rasakan damai yang kuinginkan

Aku hanya ingin berlaku dan diaku

Apakah sulit untuk mengaku sebagai hambamu…??

Thursday, January 18, 2007

Lelaki berkabut di pesta dansa

Menari sendiri di keramaian
Dipeluk kabut erat erat
Dimana keluarga nya , dimana istrinya dimana anaknya dimana bapaknya dimana ibunya
Dimana………?

Lelaki menari sendiri
Dengan nada sedih dan gembira
Tarian itu tetap saja tarian duka
Tak berbeda……………

Lelaki berkabut berdansa
Dipeluknya diri sendiri
Terbuai nada rindu,kepedihan masa silam , kini dan nanti
Sama saja……..

Lelaki dalam sebuah pesta
Berjuta manusia didalamnya
Saling berdansa dan penuh gelak tawa
Walau sesekali ada juga tangis duka
Tapi tak menyurutkan pesta dansa
Berlanjut saja……….

Wednesday, September 13, 2006

Edisi Jatuh Cinta

Mengenangmu tak pernah putus
Dalam diam atau bersuara, ketika ada atau tiada.

Mengingatmu sepenuh harap, jiwa yang terpatri.
Melekat….erat
Mendekap… hangat.

Bayangmu berpelukan dengan rona senja
Bersisian dengan desau angin
Berlarian dengan debur ombak
Berkejaran dengan remang malam

Mengingatmu secerah pagi
Sehangat siang hari

Bayangmu menelisik pelan
Membawa sudut harapan
Akan hidup dan sebuah keniscayaan

Sebentuk diri

Aku mencintaimu….sangat.

30-09-2005
Samarinda hari kedua.

Aku Jatuh cinta

Aku Jatuh cinta
Pada sesosok bayang rama rama
Tersentuh namun tak tergapai
Mendatangi namun tak terhinggapi

Aku jatuh cinta
Pada sesosok bayang warna Jingga
Berkelebat sempat namun tak menetap
Ternaungi namun tak untuk menetapi

Terlalu jauh, riskan dan di batas pelangi
Ketika langkah dan kata tergagap untuk keluar

Aku menanti
Saat rama rama membawakan pertanda
Ketika ada sedikit celah tersedia

Aku melihat, menjabat lalu tercekat

Terbawakan fakta bahwa inilah sosoknya
Rengkuhi diri dalam kehati hatian
Awasi kata penuh dengan kebijakan
Mengarifi langkah takutkan persinggungan

Akan kunikmati saat ini
Ketika melihat bayangmu terbang dalam angan
Sambil mendoakan sebuah hari didepan


Ketika rama rama dan sosok jingga kembali datang
Menghampiri dan hinggap kembali

Sesaat…..
Namun itu cukuplah berarti

August 29, 2005

Sampai Nanti

Sampai nanti
Sampai kita tua nanti
Sampai tersisa akhir hari
Sampai kita tak bisa untuk melangkah jauh lagi

Sampai hasrat menjadi tersaring suci
Sampai kau bisa membuka pintu hati
Sampai kau akan mengerti ketulusan diri
Sampai berhenti kagumku ini

Sampai nanti
Sampai saat tak adalagi satu diantara kita
Sampai kita bertemu lagi
Sampai saat tiba dan kita akan berkata kata lagi
Sampai kapan waktunya nanti

Sampai nanti
Sampai kita bertemu kembali


12-12-2005

Tuesday, June 27, 2006

Pengakuan


Terlambat aku mencintaimu,
Keindahan yang begitu lama namun begitu baru

Terlambat aku mencintaimu
Dan lihat,
Engkau ada didalam,aku berada didunia luar dan mencarimu disana

Dan dalam keadaan tidak mencintaimu aku tenggelam dalam ciptaan indah yang telah engkau buat

Engkau bersamaku,dan aku tidak bersama Mu
Segala yang indah telah menjauhkan aku dari Mu
Padahal,jika mereka tidak memiliki eksistensinya didalam Engkau,
Mereka takkan pernah ada sama sekali

Terlambat aku mencintaimu

Wednesday, May 17, 2006

Malam,aku dan Tuhanku

Sendiri rasakan malam
Hanya aku dan diriku
Bermain dengan imagi tentang yang Satu

Keberadaan benda debu yang melayang
Kesana kemari tertiup angin takdir
Berusaha merubah haluan
Tapi tetap tak bergerak

Stagnan,statis
Membeku kemudian membatu
Terbenam,terkubur

Tuhan…..
Mohon lihat kesini
Suatu ruang di sudut bumi
Jadikan ini bentuk lain dari sebuah Tahajjud

Pulang dari Masjid

Aku tadi dari masjid
Kulihat orang duduk,rukuk dan bersujud
Melihat dari belakang
Dari mata dan hati yang kupunyai

Aku lihat barisan pendoa,barisan peminta ampun
Aku lihat manusia tengadah,manusia menyembah

Aku pulang dari masjid
Aku…..

Ketika....

Ketika senja meremang dan suara suara itu diperdengarkan
Kadang tergerak hati tuk mendatangi sumbernya

Ketika aku dengar ada yang pergi
Mendengar suara umat mengantar kepergiannya
Dalam hati bertanya…..bila waktuku

Ketika saatnya tiba tak pernah terbayangkan

Aku pekasih yang tak tau cinta
Aku penyepi yang pandai berkelit
Aku pemimpi yang bertindak nyata

Yang utama

Aku pendosa berselimut surga

Malaikat kematian menunggu
Di suatu titik di suatu masa
Tak pernah beranjak

Walau tak putus doaku untuk menyingkirkannya

Duduk di simpang hidup
Menandai saat perpisahan abadi

Aku ingin berakhir tapi tak inginpula berakhir

Aku takut……..

Tuhan....Ini belum selesai


Tuhan,
Aku ingin berdamai
Berdamai dengan masa laluku
Berusaha tak mengingat masa kelam itu

Aku tak ingin menyimpan dendam ini
Aku letih membawa kesedihan ini
Kesana kemari
Dan aku ingin tanggalkan

Kepedihan yang tak sudi aku ingat
Tapi senantiasa berkelabat seperti mimpi tak berkesudahan

Karatan dendam yang entah dengan apa bisa kuhapus
Kuburan yang ingin kugali
Untuk kubenamkan semua masa lalu itu

Kepedihan yang bukan aku pencipta nya

Tuhan ,
Apakah masih ada pertanyaan tentang dosa
sedang aku yakin sabda Mu-lah yang paling benar
Ketika aku yakin engkau maha pengampun dan maha mengetahui
Satu kearifan yang tak ingin diingkari

Tuhan,
Ini belum selesai……..

Aku ingin berdamai

Tuhan aku ingin bersamamu
Dulu sering kukatakan
Berdekat jarak tak bergaris batas

Tuhan apakah semua ini jawabmu
Beri pertanda ,
Agar dapat kujalani semua dengan tenang
Agar aku rasakan damai yang kuinginkan

Aku hanya ingin berlaku dan diaku

Apakah sulit untuk mengaku sebagai hambamu…??

Bukan Malam Pengingkaran

Ini bukan malam pengingkaranku
Aku hanya sdang tak ingin melakukannya
Aku kira Tuhan pun akan tau
Bahwa……. ibadah itu harus dilakukan dengan hati yang ikhlas
Dan malam ini aku sulit mengatakan bahwa hati ku sedang dalam keadaan itu.

Aku tak ingin dikatakan tidak bersyukur,
Ini hanya sebentuk pertanyaan lama yang mencuat kembali
Tak lebih,dan aku tak ingin ini ditanggapi secara berlebihan

Ini bukan malam pengingkaran ….

My room………
23 March 2005 jam 02 : 12 dini hari

Friday, January 20, 2006

Sebaris do`a

Tuhan,……………..
Hamba harapkan rasa ini bukanlah dosa.
Rasa ini lahir dan tumbuh dengan sendirinya.
Ketika hamba dengan sepenuh hati dulu mengingkarinya ,tapi kemudian
tak mampu mendustai diri sendiri lagi.

Tuhan yang maha Mulia,
Hamba tak ingin di golongkan kedalam kaum yang mengingkar
Hamba hanya mencintai dan ingin di cintai
Selayaknya semua makhluk yang Engkau ciptakan

Buka kan pintu hati hamba bila ini salah
Namun satukan kami bila ini merupakan jalanMu

Hamba ingin mencintainya tanpa beban,
begitu pula sebaliknya
Tak ada lagi bayang bayang Neraka
Tak ada lagi ketakutan akan adzabMu nanti disana


Tuhan yang maha kasih
Sayangi dia……..
Seperti kasih sayang yang telah Engkau curahkan kepada hamba
Lindungi dia,
Ketika dekat maupun saat jauh dari hamba……….

Bukakan pintu langit untuk doa ini
Dan mohon jangan kutuk kami berdua……

14052005

Hujan Badai

Hujan badai………….
Dan aku menunggu mu
Dalam rindu memuncak,
Dalam hasrat teratas

Hujan badai………
Engkau melangkah….kearahku…….

Nov-05

Puisi 17 an

Nikmati kesedihan itu
Bila hanya itu yang ada tersisa
Sandanglah kesana kemari dan tanggalkan bila waktunya tiba

Hari ini mungkin bukan yang terbaik
Tapi ini adalah yang terjadi
Kita bisa menawar, tanpa bisa menentukan

Ketakberdayaan yang kini ada
Setelah ada tangan yang mengoyaknya

Kini giliranmu,
Meninggalkan jejak jejak dalam untuk di kenang
Menyisakan seribu satu gambar dalam ingatan

Kita berpisah tanpa airmata
Entah setelahnya……….

Ternyata kita telah dapat mengarifi hidup
Meredam emosi dan berdamai
Pendewasaan yang menular
Arti ketulusan yang diberi


PS : Yang sabar……dan Jaga diri baik baik !!